oleh : Dr Zul Asdi SPB M.Kes M.H
RIAUMAG.COM , PEKANBARU
Pembicaraan tentang kemampuan manusia bertahan hidup atau Ras Manusia mana yang bisa melanjutkan kehidupan di muka bumi , menjadi isu global , menyangkut berbagai aspek yang menyangkut kehidupan Manusia di muka bumi.
isu ini muncul dari kekawatiran akan jumlah penduduk di muka bumi , di katakan dalam 50 tahun terakhir jumlah penduduk bumi sudah naik empat kali lipat, dari 2,5 Milyar menjadi 8 Milyar, dan di perkirakan pada akhir abad ini akan mencapai 11 Milyar, kalau tidak terjadi perang dan kematian masal.
Angka dua digit ini yang mengkhawatirkan banyak pakar dari berbagai bidang, ini mudah di lihat dari pembicaraan di berbagai media.
Bumi makin sesak , akan terjadi perebutan lahan, sumber daya, makanan , air , energi dan hasil alam.Banyak contoh dari berbagai negara , dimana penduduknya meningkat pesat di daerah Urban, dengan permasalahan sosial , ekonomi dan kesehatan.
Manusia hidup berhimpitan, sehingga ruang sebesar tubuh manusia atau sedikit lebih bisa menjadi hotel mahal, kualitas hidup jadi menurun.
Persaingan bertahan hidup, dalam istilahnya di sebut Darwin sebagai “Survival of the fittes,” Ras yang mampu beradaptasi yang akan bertahan.Dalam dunia hewan misalnya , ikan hiu sudah berkompetisi sejak dalam kandungan , burung yang lebih tua memakan adiknya, persaingan cheetah dan singa berburu mangsa.
Dalam dunia manusia, sejarah mencatat upaya manusia mendapatkan ras terbaik dengan regulasi pemerintah sudah di mulai sejak lama, Plato termasuk penganjurnya, di Yunani kuno ada pihak berwenang yang akan memutuskan apakah seorang bayi ” di bolehkan” melanjutkan hidupnya atau tidak.
Nazi Jerman melandaskan pemilihan ras unggul untuk memimpin dunia dalam mencapai kejayaan bangsa Jerman.
Seleksi di lakukan secara sistematis (Eugenika) di koordinir oleh negara, pembunuhan di lakukan secara terencana, ras lain dibunuh sebagai upaya genosida.
Genosida, dalam sejarah panjang manusia , terjadi di mana mana, lebih kepada penguasaan tanah, dan sumber alam, banyak sekali contohnya, di katakan pertarungan antar ras akan berlansung “keras” apabila di sangkut kan dengan peningkatan dan ketidak mampuan bumi bila manusia sudah mencapai dua digit, pergeseran tidak hanya karena perang akan tetapi lebih di tentukan “berebut” lahan,air, makanan dan sumber daya alam.
Bumi tentu akan tetap besarnya,lahan dan sumber daya akan semakin berkurang.Tidak heran pertarungan ini akan semakin tajam kedepannya.
Dalam upaya mempertahankan eksistensi masyarakat nya , di sini pentingnya kebijakan Geopolitik dan perlindungan pemerintah terhadap rakyatnya.Ini penting karena ” pertarungan ini menyangkut banyak aspek, kecerdasan, kesehatan, kemampuan ekonomi , pertahanan dan lainnya.
Kesehatan dan kecerdasan adalah hal mendasar yang di butuhkan untuk bagaimana sebuah bangsa bisa mempertahankan dan mengambil manfaat sebesarnya untuk kepentingan rakyatnya, bukan untuk asing.
Masyarakat perlu di sehatkan di cerdaskan dan dimampukan secara ekonomi. Begitu juga harapan besar masyarakat kepada pemimpin, proses pemilihan pemimpin dengan seleksi yang menghasilkan pemimpin terbaik, mampu membuat regulasi yang mencerdaskan , menyehatkan , mampu mengolah kekakayaan alam secara mandiri untuk kepentingan rakyat sendiri.
Bagi masyarakat , penting sekali untuk sadar akan kekayaan alam bumi sendiri , dan menyiapkan anak cucu sendiri untuk mengelola dan menikmatinya , kalau tidak malah akan melahirkan anak turunan yang kurang cerdas , tidak sehat dan lemah ekonomi , tanpa sadar , anak cucunya akan perlahan akan berkurang dan bisa jadi menghilang dari muka bumi semakin berbahaya bila pemerintah abai.
Untuk Indonesia , yang luas , kaya raya ,sebagai Rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa, wajib ciptakan masyarakat yang sehat cerdas dan kuat secara ekonomi , pemimpin yang amanah dan kuat membela kepentingan Bangsa dan Negara.Pekanbaru 21 Maret 2024





























